Kumpulan
Puisi Karya Eka Rahayu
coretan puisi
Sang Baja
(
Oleh Eka Rahayu )
Jajaran tinggi di
tepi jalan
Di jumpai pada setiap perempatan
Berdiri tegak menatap hamparan jalan yang membentang
Menghardik setiap penggunanya yang datang
Kilauan cahaya memantulkan panasnya dimuka
Terbakar bagai zat yang tak seharusnya disatukan
Membentuk warna kusam dan merah dironanya
Siap menggasak dan menerkam pelanggar jalan raya
Berdiri di perempatan jalan
Untuk negeri kau mengabdi
Berjajar bagai pagar beton
Mampu membuat kawat menjadi korosi
Berdiri gagah di tengah jalan
Mengatur kendaraan yang lalu lalang
Tetap berdiri tegap dan tanpa haluan
Tetap berdiri tegap dan tanpa haluan
Mata tajam bagaikan seekor elang yang siap menerjang
Kulit gelap bagai sebuah tembaga
Yang mengkilap membuat terlihat perkasa
Petugas negara yang melindungi semua rakyatnya
Pahlawan bangsa yang berjasa menolong sesama.
Pelindung Negara
(oleh Eka
Rahayu)
Jajarantinggi di tepijalan
Dijumpaipadasetiapperempatanjalanan
Berdiritegakmenataphamparanjalan
yang membentang
Menghardiksetiappenggunanya yang
datang
Kilauancahayamemantulkanpanasnyadimuka
Terbakarbagaisuatuzat yang
takseharusnyadisatukan
Membentukwarnakusamdanmerahdironanya
Dan sulitjikainginmenghilangkan
Selalusajadilakukansetiapsaatolehmu
Adakalapenggunaitumelarikandiridarimu
Kalian adalahikatankovalen yang
harusdisatukan
Untukmembongkarkelalaian yang
dilakukan
Lakukanituwalaupunkadangtakdisukai
Janganlalaikanperjalanhidupini
Dan harapanini, kami
tujukanpadamuuntukdijalani
IBU
(oleh
Eka Rahayu)
Ibu...
Saat ini ku tak dapat membalas
semua pengorbanan mu
Hal yang dapat ku rangkai adalah
kata maaf untuk mu
Kau mampu menyejukkan hatiku
walau terkakadang
Sikap ku perkataan ku menyinggung
perasaanmu
Tutur kata mu selembut salju
Yang mampu mencairkan batu yang
membeku
Kau laksana embun di gurun sahara
Yang mampu memadamkan api yang
membara
Kasih sayang mu tiada tara
Bagaikan malaikat tanpa jasa
Segurat Bayangan Tua
(olek Eka Rahayu)
Teduhnya sore ini hampir menampakkan kemuning senjanya
mengaburkan lamunan yang sesekali menciptakan kebisuan
ada segurat bayangan tua dibenakku
mengintaiku seolah ingin menghancurkan puing-puing lamunan itu
sebuah bayangan klise tersenyum dengan kerut di pipinya
Oh Tuhan
senyum itu adalah senyum yang dulu biasa ku lihat setiap saat
senyum yang slalu bisa ku miliki
dan senyum dari seseorang yang selalu mampu buat hati ini bergetar
ayah
aku tau, kau datang untuk menjenguk ku
Memastikan keadaan ku
Meskipun hadirmu hanya dalam bentuk klise
tapi aku tetap merasa kau nyata
senyum itu adalah senyum yang dulu biasa ku lihat setiap saat
senyum yang slalu bisa ku miliki
dan senyum dari seseorang yang selalu mampu buat hati ini bergetar
ayah
aku tau, kau datang untuk menjenguk ku
Memastikan keadaan ku
Meskipun hadirmu hanya dalam bentuk klise
tapi aku tetap merasa kau nyata
Bendera Kami
(Oleh Eka
Rahayu)
Bendera itu milik siapa?
dua warna yang menyatu oleh sejarah
dua warna berdamping
dua warna yang menyatu oleh sejarah
dua warna berdamping
mencuatkan keberanian dan kesucian hati
apalagi yang terhebat selain itu?
sempat warna biru mengganggu
pongah mengangkasa
kami tak rela ... tersobek pada akhirnya
walau banyak jiwa melayang karenanya
keberanian dan kesucian hati
apalagi yang terhebat selain itu?
Pulau-pulau kami berserak
laut-laut kami menggulung berarak
waktu menguji dengan asap hitam menoda diantaranya
namun angka 17 bulan Agustus tetap menjadi keramat
ketika semua angkara terungkap
dan bendera itu khidmat menuju puncak
keberanian dan kesucian hati
apalagi yang terhebat selain itu
apalagi yang terhebat selain itu?
sempat warna biru mengganggu
pongah mengangkasa
kami tak rela ... tersobek pada akhirnya
walau banyak jiwa melayang karenanya
keberanian dan kesucian hati
apalagi yang terhebat selain itu?
Pulau-pulau kami berserak
laut-laut kami menggulung berarak
waktu menguji dengan asap hitam menoda diantaranya
namun angka 17 bulan Agustus tetap menjadi keramat
ketika semua angkara terungkap
dan bendera itu khidmat menuju puncak
keberanian dan kesucian hati
apalagi yang terhebat selain itu
bendera itu milik kami
Merah putih ku
Good Luck :)
BalasHapuskerenn,, buatken puisi buat aku uyy, yg bagus tapi :)
BalasHapushohooh0 :D
BalasHapus